Nama Seminar :SNS IX Bahas
Riset Nasional Berbagai Bidang
Narasumber : Prof Ir Lilik Hendrajaya MSc PhD
M Sairi Hasbullah MA
Rianto A Djojosugito
Tempat : ITS
Surabaya
Waktu : 08 November
2009 09:50:15
Untuk ke
sembilan kalinya, Jurusan Statistika ITS menggelar seminar skala nasional
bertajuk Seminar Nasional Statistika IX (SNS IX), Sabtu (7/11). Tema yang
diangkat pada seminar ini adalah Peran dan Implementasi Statistika Sebagai
Pendukung Riset Nasional. Tema ini sejalan dengan program Dikti untuk
meningkatkan kualitas dan jumlah riset nasional.
Jurusan
Statistika, ITS Online SNS IX merupakan agenda rutin yang
diadakan Jurusan Statistika ITS tiap dua tahun. Acara ini menjadi ajang
bertemunya komunitas ilmiah yang menggunakan ilmu statistika di Indonesia serta
mempublikasikan penelitian terkini bidang statistika. Untuk SNS tahun ini,
fokus yang digunakan adalah mengenai riset nasional.
"Tema ini dipilih karena dari Dikti sedang dalam upaya meningkatkan riset
nasional, dan banyak dana yang dialokasikan Dikti untuk riset," papar Dr
Ir Setiawan MS, Ketua Pelaksana SNS IX.
Seminar yang masih satu rangkaian dengan kegiatan Dies Natalis ITS ke-49 ini
diikuti oleh berbagai kalangan. Peserta yang hadir mulai dari mahasiswa
Statistika ITS sendiri, mahasiswa dan dosen ITB, IPB, UBAYA, UNESA, UNNES,
UNDIP, UNUD, UM, Badan Pusat Statistik, hingga Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional (LAPAN). Mereka datang jauh-jauh tidak hanya sebagai peserta
tetapi juga pemapar.
Sebanyak 98 makalah dipaparkan pada SNS IX. Namun pemaparannya digunakan sistem
sidang paralel, di mana makalah dikelompokkan menjadi delapan kelas menurut
bidangnya. Tiga bidang yang menjadi ciri khas Jurusan Statistika yaitu
Statistika Industri, Statistika Bisnis dan Sosial, serta Statistika Komputasi
merupakan bidang yang paling banyak diminati peserta seminar.
Lebih dari 30 judul makalah dipaparkan pada tiga bidang tersebut. Bidang lain
yang turut menjadi perhatian adalah Statistika Teori, Statistika Pendidikan,
Statistika Sains, dan sebagainya. Bidang Sains adalah bidang yang diminati oleh
para Staf Peneliti Bidang Aplikasi Geomagnet dan Magnet Antariksa dari Pusat
Pemanfaatan Sains Antariksa LAPAN. Tak heran bila kelas bidang Sains didominasi
oleh staf LAPAN.
Sebelum dilakukan sidang paralel, seluruh peserta seminar mendapatkan materi
mengenai statistika dari empat sudut pandang yang berbeda. Sebagai pembicara
utama pertama, Prof Ir Lilik Hendrajaya MSc PhD dari Dewan Riset Nasional
sekaligus Kepala Litbang Departemen Pertahanan dan Keamanan menjelaskan tentang
bagaimana Memasarkan Matematika dan Statistika.
Tak kalah menarik, M Sairi Hasbullah MA sebagai pembicara kedua menjelaskan
Peran Statistik dalam Iklim Keterbukaan Masyarakat Modern. Pada kesempatan
tersebut, ia memaparkan bagaimana masyarakat di era sebelum Masehi dan
masyarakat modern mengenal statistika.
"Statistika berkembang di media massa seperti virus. Sayangnya yang
terjadi adalah masyarakat cenderung mempercayai data yang didapat dari
metodologi yang meragukan atau shaky methodology. Bahkan informasi statistik
yang mendekati kebenaran seringkali diterjemahkan di tengah masyarakat secara
keliru, yang dalam istilah Enrico Giovannini (Direktur OECD dari Italia, Red)
adalah matant statistics," jelas Kabiro Humas dan Hukum BPS ini.
Yang menarik, Sairi menjelaskan situasi kekinian statistika dengan berbagai
contoh yang terjadi di masyarakat sekitar. Ia menguraikan salah terjemah masyarakat
antara lain melalui korelasi angka pengangguran dan kemiskinan. Banyak orang
yang beranggapan bahwa angka pengangguran berbanding lurus dengan kemiskinan.
Artinya bahwa semakin banyak orang yang menganggur di Indonesia, maka dapat
dikatakan semakin banyak pula orang miskin di Indonesia. Padahal sebetulnya
tidak demikian.
"Orang yang menganggur umumnya pada kondisi ekonomi berada, karena mereka
masih mendapatkan family support. Mahasiswa fresh-graduate misalnya, meski
mereka menganggur, mereka tidak miskin, karena masih disokong keluarga.
Sebaliknya orang miskin hampir tidak ada yang menganggur, karena mereka
memiliki limited choice untuk bertahan hidup," papar Sairi.
Pembicara utama berikutnya adalah Rianto A Djojosugito, Ketua Persatuan
Aktuaris Indonesia. Rianto yang juga penasihat Allianz Life Indonesia
menjelaskan mengenai bagaimana statistika digunakan dalam dunia aktuaria dan
asuransi. Hal ini berkenaan dengan penentuan premi asuransi. Menurutnya,
seorang aktuaris harus bisa menganalisa kejadian keuangan masa depan dan
memahami manajemen resiko. Untuk itulah dibuat suatu Siklus Kontrol Aktuaria.
Siklus Kontrol Aktuaria diawali dari pelaksanaan komponen pemodelan dengan
pengidentifikasian model-model kuantitatif untuk melihat kerugian finansial.
Setelah itu adalah pelaksanaan komponen statistika yaot menaksir model berdasar
data pengalaman dan teoritis. Tahap terakhir siklus ini adalah pelaksanaan
komponen aplikasi matematika. Pada tahap ini simulasi model diikuti dengan
komputasi indikator yang diperlukan dalam proses pembuatan keputusan untuk
menghadapi kerugian finansial.
Materi terakhir dari pembicara utama adalah mengenai Implementasi dan
Pengembangan Diagram Kontrol Multivariat. Materi yang dipaparkan Dr Muhammad
Mashuri ini membahas tentang bagaimana penerapan diagram kontrol multivariat
khususnya pada perusahaan yang hendak melaju dari Three Sigma menuju Six Sigma.
(taw/mtb).
Komentar :
Menurut saya aritkel tentang seminar tersebut cukup baik dan sangat bermanfaat pada
kehidupan sehari hari, contohnya seseorang harus bisa menganalisa kejadian keuangan di masa depan.
Dan
hanya saja pada artikel tersebut kurang dipaparkan contoh kasus dan cara
meminimalisir kasus tersebut oleh narasumber.